24-27 Juli, RI Tuan Rumah Pertemuan Jaringan Global GMNC

JAKARTA – Indonesia terus memantapkan langkah menjadi titik persinggahan peringatan 500 Tahun Circumnavigation Magelhaens 2019-2021 setelah dipastikan menjadi tuan rumah pertemuan Jaringan Kota Global Magelhaens (GMNC) 24-27 Juli mendatang. Hal itu ditetapkan saat rapat GMNC di Sevilla, Spanyol, 24-27 Januari.

“Untuk persiapannya, kami akan melakukan rapat lagi di Jakarta,” ujar Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim beberapa waktu lalu.

Ali adalah pimpinan delegasi Indonesia yang mengikuti pertemuan Anggota GMNC sebagai persiapan jelang Peringatan 500 Tahun Napak Tilas Magelhaens. Dia didampingi Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Hendardji Soepandji,  Atase Pertahanan RI di Spanyol Kolonel PNB Ketut Wahyu Wijaya, Pejabat Kemenlu R Kusuma Pradopo, Asisten Deputi Bidang Olahraga dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman Kosmas Harefa, serta beberapa staf KBRI di Madrid.

Menurut Ali, selain Pemkot Tidore Kepulauan, rapat persiapan nanti akan diikuti Kementerian Koordinator Maritim, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, Ketua Umum KSBN Pusat, dan Ketua KSBN Provinsi Maluku Utara.

”Nanti jadwal rapat akan diatur Ketua KSBN Pusat. Namun, pertemuan itu rencananya akan berlangsung pada pekan pertama Februari 2019,” ujar Wali Kota Tidore.

Sementara Hendardji Soepandji mengatakan, Indonesia akan menjadi tuan rumah terakhir pertemuan jaringan global GMNC sebelum dimulainya Napak Tilas Ekspedisi Magelhaens di Kota Sevilla, Spanyol, pada 20 September mendatang. Menurutnya, pertemuan jaringan global itu akan dibagi dalam dua lokasi. Pertemuan pertama pada 24 Juli akan berlangsung di Jakarta, sementara tiga hari berikutnya akan dilakukan di Kota Tidore, yakni pada 25-27 Juli.

”Pertemuan di Indonesia ini akan menjadi rapat terakhir rencana Napak Tilas Ekspedisi Magelhaens yang dimulai pada 20 September di Kota Sevilla. Napak Tilas tersebut tentunya akan menjadi momen yang sangat bersejarah,” kata Hendardji.

Peringatan 500 Tahun Napak Tilas Ekspedisi Magelhaens memang akan menjadi ekspedisi laut terbesar tahun ini. Rencananya ekspedisi ini akan diikuti tiga kapal besar yang akan melewati 23 kota jaringan GNMC (Global Network Magellan Cities) di 12 negara, yaitu Spanyol, Portugal, Italia, Afrika Barat, Amerika Serikat, Brasil, Uruguay, Argentina, Chile, Filipina, Brunei Darussalam, dan Indonesia. Ekspedisi itu akan diawali dari Kota Sevilla, Spanyol, pada 20 September 2019, dan berakhir di Kota Tidore, Maluku Utara, pada 2021.

Rencananya, rombongan tiga kapal Napak Tilas Ekspedisi Magelhaens tersebut akan berada di kawasan Maluku Utara mulai 8 November hingga 18 Desember 2021. Jadi, keberadaan rombongan napak tilas di Indonesia tersebut berlangsung 40 hari.

Dalam sejarahnya, Magelhaens yang merupakan penjelajah asal Portugis melakukan ekspedisi itu guna mencari rempah-rempah di kawasan Maluku. Dia didampingi kapten dagang asal Spanyol sekaligus navigatornya, Juan Sebastian Elcano, dan penulis jurnal asal Spanyol Antonio Pigafetta. Pigafetta pula yang menuliskan semua perjalanan Magelhaens sejak bertolak dari Spanyol pada 1519. Dia berangkat beserta 270 kru dari beberapa negara seperti Portugal, Spanyol, Italia, Jerman, Belgia, Yunani, Inggris, dan Prancis.

Magelhaens bertolak melalui jalur barat menuju Amerika Selatan dengan lima armada kapal, yakni Trinidad, San Antonio, Concepcion, Victoria, dan Santiago. Terakhir, mereka tiba di Tidore, Maluku Utara, pada 1521. ”Itu pula yang membuat peringatan Napak Tilas Ekspedisi Magelhaens berlangsung sekitar dua tahun, yakni pada 2019-2021. Dan, kawasan Maluku Utara, khususnya Tidore, akan menjadi persinggahan terakhir ekspedisi laut tersebut,” ujar Hendardji. Karena itu, Hendardji berharap Indonesia bisa mempersiapkan event ini sebaik mungkin demi mengangkat nama Indonesia. Apalagi, event ini menyangkut kekuatan sejarah Indonesia terkait jalur rempah-rempah yang sejak dulu diburu penjelajah Eropa, terutama Spanyol dan Portugis. (One)

Related posts