Sails Tidore Sambut 500 Tahun Napak Tilas Magelhaens

Sails Tidore Sambut 500 Tahun Napak Tilas Magelhaens

TIDORE – Pemerintah Indonesia diharapkan bisa memberikan dukungan penuh saat penyambutan Napak Tilas Ekspedisi Magelhaens di Kota Tidore, Maluku Utara lewat Sail Tidore pada 2021. Begitu juga, masyarakat dan Pemerintah Kota Tidore harus mempersiapkan momentum itu sebagai awal kebangkitan, apalagi Tidore memiliki sejarah besar di masa lalu.

Menurut Sultan Tidore Husain Sjah, di masa lalu Tidore adalah salah satu dari empat kerajaan besar di kawasan Timur. Tiga lainnya adalah Ternate, Jailolo, dan Bacan. Tidore sendiri memiliki wilayah kekuasaan sangat luas, yakni sepertiga wilayah Indonesia. Di antaranya menguasai Pulau Seram, Pulau Gorom, Sangihe Talaud, hingga wilayah Papua, Papua Nugini (PNG), dan Solomon, negara kepulauan di Samudra Pasifik selatan yang terletak di bagian timur PNG.   

“Kami juga memiliki raja yang menjadi pahlawan nasional, yakni Sultan Nuku. Dalam perjuangannya, beliau menghabiskan 27 tahun melawan Belanda, dan hanya satu tahun mengisi Istana. Kami juga punya pahlawan lainnya yang ada di Afrika Selatan, yakni Tuan Guru Imam Abdullah bin Qodi Abdul Salam. Semua itu menjadi bagian kebesaran kesultanan ini,” kata Sultan saat menjadi pembicara seminar.

Yang tak kalah penting, dalam sejarahnya, Tidore dan Ternate juga menjadi pusat penghasil rempah-rempah, yakni pala dan cengkeh, yang kemudian menjadi rebutan dunia di masa lalu. Sebab, dari kawasan itulah negara-negara Eropa seperti Portugal, Spanyol, dan Belanda mendapatkan rempah-rempah. Bahkan, di Tidore pula sejarah perjalanan Ferdinand Magelhaens tercatat sebagai ekspedisi yang melegenda hingga saat ini.

Penjelajah asal Portugis itu berlayar pada 1519 menuju kawasan timur melalui jalur Barat hingga akhirnya tiba di Tidore pada 1521. Perjalanan itu juga disebut-sebut sebagai pembuktian teori bumi itu bulat. Sejarah itu pula yang akan diulang 15 negara anggota jaringan global Magelhaens (GNMC) lewat ekspedisi akbar Napak Tilas Magelhaes pada 2019-2021 di mana Tidore akan menjadi titik akhir persinggahan dari 23 kota di dunia yang akan dilalui.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menyatakan, untuk menghadapi event Napak Tilas Magelhaens tersebut, Tidore bukan hanya harus mempersiapkan infrastruktur-infrastruktur pendukung, tapi juga membentuk sebuah cerita atau narasi tentang kejayaan sebuah kawasan.

”Kami berharap event itu bisa terlaksana dengan baik. Dan, menurut saya memang sudah waktunya Tidore bangkit,” ujarnya.  Ketua KSBN Hendardji Soepandji juga menilai, Pemerintah dan masyarakat Kota Tidore memang harus siap menghadapi napak tilas 500 tahun perjalanan Magelhaens yang akan digelar pada 8 November hingga 18 Desember 2021. Salah satunya dengan menggelar event Sail Tidore yang melibatkan jaringan GNMC.

“Kegiatan ini harus bermanfaat bagi pemerintah dan rakyat setempat, sehingga modernisasi Tidore perlu dilakukan dengan melibatkan masyarakat,” ujar Hendardji. Menurut Hendardji, penyelenggaraan event tersebut tidak hanya seremonial semata, namun harus mampu mengerahkan segenap potensi yang dimiliki Maluku Utara, khusunya Tidore. Termasuk, pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada budaya dan kearifan lokal. Di antaranya, pengembangan wisata bahari di Malut, pengolahan potensi laut yang bisa memberikan kesejahteraan masyarakat nelayan, dan peningkatan peran kuliner yang berbasis pada potensi laut.

Guru Besar Sejarah UI Susanto Zuhdi menambahkan, warisan Kesultanan Tidore baik dilihat dari pusat dan wilayah kekuasaan (pinggirannya) dahulu pada dasarnya juga masih dapat dipetakan, digali, dan dikembangkan sehingga bernilai tambah. ”Kreativitas budaya yang masih dimiliki masyarakat Tidore diyakini sebagai modal besar untuk membangun daerah untuk turut mewujudkan kesejahteraan bersama, “ ujar Susanto.

Yang jelas, untuk menghadapi event akbar tersebut memang harus dipersiapkan segala sesuatunya. Baik menyangkut infrastruktur sarana dan prasarana maupun perilaku budaya masyarakatnya agar lebih siap menghadapi modernisasi. *one

Related posts