Jelang Napak Tilas Magelhaens

23 Kota Hadiri Pertemuan GNMC di Argentina

Ketua Umum KSBN Pusat Hendardji Soepandji (dua kanan) dan para peserta rapat Global Network Magellan Cities (GNMC) saat diterima di Istana Kepresidenan Casa Rosada di Buenos Aires, Argentina

SANTA CRUZ – Sebanyak 23 perwakilan kota dari 12 negara ikut ambil bagian dalam pertemuan Global Network Magellans Cities (GNMC) ke-7 di Puerto Santa Cruz, Argentina, 11-18 Maret. Mereka membahas pematangan rencana ekspedisi laut terbesar sepanjang sejarah, yakni 500 tahun Napak Tilas Magelhaens.

Delegasi Indonesia sendiri diwakili Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Pusat dan Pemerintah Kota Tidore. Mereka adalah Ketua Umum KSBN Pusat Hendardji Soepandji, Kabid Luar Negeri KSBN Pusat Siti Aryanti, Ratna Rosita, Sekretaris Daerah Pemkot Tidore Thamrin Fabanyo, dan Staf DInas Pariwisata Pemkot Tidore Herlina.

Menurut Hendardji, dalam pertemuan itu diputuskan bahwa rombongan ekspedisi napak tilas Magelhaens akan dimulai pada 20 September 2019 di Kota Sevilla, Spanyol. Waktu keberangkatan itu juga disesuaikan jadwal perjalanan Magelhaens, 500 tahun lalu.

Saat itu, Magelhaens didampingi kapten dagang asal Spanyol yang juga navigatornya, Juan Sebastian Elcano, dan penulis jurnal asal Spanyol Antonio Pigafetta, yang menuliskan semua perjalanannya, bertolak dari Spanyol pada 1519 guna mencari rempah-rempah di Maluku. Dia berangkat beserta 270 kru dari beberapa negara seperti Portugal, Spanyol, Italia, Jerman, Belgia, Yunani, Inggris, dan Prancis. Dia berangkat melalui jalur barat menuju Amerika Selatan dengan lima armada kapal, yakni Trinidad, San Antonio, Concepción, Victoria, dan Santiago. Puncaknya, mereka tiba di Tidore, Maluku Utara, pada 1521.

Karena itu, Napak Tilas Ekspedisi Magelhaens pun akan berlangsung sekitar dua tahun, yakni pada 2019-2021 dengan melewati 23 kota di 12 negara, yakni Spanyol, Portugal, Italia, Afrika Barat, Amerika Serikat, Brasil, Uruguay, Argentina, Chile, Filipina, Brunei Darussalam, dan terakhir Indonesia.

“Adapun mengenai teknis pelaksanaan masih akan dibahas dalam dua pertemuan berikutnya, yakni di Praia, Afrika Selatan, pada Oktober 2018, dan Indonesia pada April 2019,” ujar Hendardji, dalam siaran persnya.

Hendardji menegaskan, kota di Indonesia yang akan dilalui ekspedisi laut terbesar itu adalah Tidore di Maluku Utara. Bahkan, rombongan ekspedisi akan berada di kawasan tersebut selama 40 hari, yakni mulai 8 November hingga 18 Desember 2021.

“Khusus penyambutan tim ekspedisi di Indonesia rencananya akan kami siapkan acara dalam kemasan Sail Tidore. Mereka akan disuguhi kemasan wisata bahari dalam berbagai bentuk kegiatan seni dan budaya Maluku Utara,” ujar Hendardji di Santa Cruz, Argentina.  *One

Related posts