KSBN-PEMKOT SEMARANG BAWA DESA KANDRI GO INTERNASIONAL

KSBN-PEMKOT SEMARANG BAWA DESA KANDRI GO INTERNASIONAL

JAKARTA – Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) terus melakukan terobosan briliannya. Setelah membawa kesenian Indonesia go international, KSBN kini membantu pemerintah mengembangkan desa-desa wisata di Indonesia menjadi bertaraf internasional. Salah satunya adalah Desa Wisata Kandri di kawasan Objek Wisata Waduk Jatibarang dan Goa Kreo, Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Umum KSBN Hendardji Soepandji, program pengembangan desa wisata tersebut rencananya bakal melibatkan empat kementerian terkait, yakni Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes).

Dalam pengembangan Desa Wisata Kandri, KSBN yang diwakili Hendardji sudah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Semarang, Senin (17/7). Kedua pihak bersepakat menjadikan Desa Kandri sebagai objek wisata bertaraf internasional. Salah satu poin kerja sama itu adalah membangun 200 Homestay dengan 355 kamar di Desa Kandri.

”Salah satu program utama kami adalah mengembangkan kearifan budaya lokal. Karena itu, kami sangat antusias membantu mengembangkan Desa Wisata di Kandri ke taraf internasional. Kami punya link ke dunia internasional untuk bisa memperkenalkan Kandri ke dunia,” ujar Hendardji.

Dia menambahkan, KSBN akan mendatangkan 500-1.000 wisatawan mancanegara ke Kota Semarang, tepatnya di Desa Kandri, Gunungpati, Semarang. “KSBN itu akan mendatangkan lima ratus sampai seribu wisatawan asing ke desa itu. Maka, kami bekerja sama melakukan konsepsi standar desa wisata bertaraf internasional,” jelasnya.

Dalam MoU yang ditandatangani itu, KSBN dan Pemkot Semarang akan membangun dan memperbaiki berbagai infrastruktur pendukung desa wisata agar bisa masuk standar internasional. Di antaranya memperbaiki akses jalan menuju lokasi, sanitasi air bersih, dan membangun gedung pertunjukan kesenian.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, hal penting lain yang juga akan di bangun di Desa Wisata Kandri adalah terkait transportasi publik. Hendi, panggilan akrab Wali Kota Semarang, mengaku akan membangun 16 shelter kawasan Kandri dengan 10 armada shuttle bus.

”Kami juga akan merehab terminal bus Gunungpati. Bahkan, kami juga akan membangun jalur pedestrian yang menarik bagi pengunjung yang ingin jalan-jalan di Desa Wisata Kandri dengan berjalan kaki,” kata Hendi.

Sekadar informasi, Desa Kandri sebelumnya sudah ditetapkan sebagai desa wisata. Kelurahan Kandri ditetapkan menjadi Desa Wisata karena memiliki karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata dalam negeri bahkan mancanegara.

Yang lebih menarik, penduduk di Desa Kandri, Semarang, pun masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli. Bahkan, Kandri juga menawarkan wisata melalui makanan khas serta alam dan lingkungan yang masih asli dan terjaga. (One)

Related posts