PROGRAM LAWATAN DELEGASI KOMITE SENI BUDAYA NUSANTARA PIATA INDONEZIA KE-3 – 2017, RUMANIA

PROGRAM LAWATAN DELEGASI KOMITE SENI BUDAYA NUSANTARA PIATA INDONEZIA KE-3 – 2017, RUMANIA

I. Latar Belakang

Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) merupakan wadah bagi Asosiasi / Komunitas Seni dan Budaya di seluruh provinsi di Indonesia.

Diawali dengan terbentuknya paguyuban Panji Wiratama pada tahun 2010, maka dengan berjalannya waktu akhirnya berkembang dan terbentuklah Komite Seni Budaya Nusantara pada tahun 2014 yang terus melakukan kegiatan sesuai Visi dan misi Organisasi, dan hingga saat ini kehadiran KSBN telah turut menyemarakkan dunia seni budaya di Indonesia, .

Berangkat dari keinginan untuk menjaga dan melestarikan seni dan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia secara bersama-sama inilah yang telah melatarbelakangi program KSBN dengan menggerakkan anggotanya, penggiat seni dan budaya, untuk mengexplorasi kegiatannya dalam berbagai bentuk acara / event.

KSBN sebagai wadah bagi pelaku seni, juga mempunyai misi go internasional dalam upaya memperkenalkan/mensosialisasikan seluruh seni budaya tradisional Nusantara.

Dalam kesempatan memenuhi undangan dari Kepala Perwakilan Indonesia di Rumania, maka Pembina KSBN telah mendukung dan mengantarkan beberapa anggotanya sebagai delegasi yang akan tampil di Piata Indonezia ke-3 2017 di Bucharest, Rumania.
Piata Indonezia merupakan program unggulan KBRI Bucharest dalam rangka mempromosikan budaya, kuliner dan pariwisata Indonesia di Rumania.

Dalam mata acara Piata Indonezia ke 3 2017 yang diadakan pada tanggal 13 Mei 2017 dengan tema Enjoy The Flavour of Java ini , KSBN akan menampilkan beberapa tarian Jawa dan DKI Jakarta serta Peragaan Busana daerah.

Harapannya, dengan kehadiran KSBN sebagai salah satu pengisi acara pada Piata Indonezia ke 3 di Bucharest Rumania ini akan terjalin kerjasama yang semakin erat, khususnya dalam upaya memperkenalkan, menjaga dan melestarikan seni budaya Indonesia di dalam negeri dan mancanegara.

II. Maksud dan tujuan:

  • Turut serta menjaga dan melestarikan seni dan budaya bangsa Indonesia
  • Turut serta mempromosikan budaya, kuliner dan pariwisata Indonesia di Rumania.
  • Turut serta mempertahankan warisan seni budaya tradisional Nusantara agar jangan sampai diakui oleh negara lain.
  • Menjalin hubungan kerjasama yang berkesinambungan yang dapat dikembangkan dalam bentuk yang beragam.
  • Memberikan Pengalaman kepada anggota KSBN untuk tampil baik di dalam maupun di mancanegara.
  • Meningkatkan wawasan dan profesionalisme para penggiat seni dalam menjalankan misi organisasi baik di dalam maupun di luar negeri.

III. Panitia & Delegasi Piata Indonezia ke-3 2017 di Bucharest,Rumania

IV. Tarian yang akan ditampilkan oleh Penari dari KSBN – Indonesia adalah :

1. Tari Gambyong
Tari Gambyong merupakan salah satu dari bentuk tari tradisional Jawa, khususnya Jawa Tengah. Tari gambyong merupakan hasil dari perpaduan tari rakyat dan tari keraton dan biasanya dibawakan untuk pertunjukan atau menyambut tamu.

Sejarah dari Tari Gambyong yang berasal dari Jawa Tengah tersebut juga bisa diartikan sebagai tarian yang bersifat tunggal yang dapat dilakukan oleh wanita atau penari yang memang dipertunjukkan sebagai permulaan dari penampilan pesta tari. Gambyongan sendiri mempunyai arti golekan atau ‘boneka terbuat dari kayu’ dan menggambarkan wanita yang menari dalam pertunjukan.

2. Tari Ratu Sewu Nagoro
Pada jaman dahulu, tarian ini adalah tarian / beksan para raja tanah jawa.
Tarian ini sangat beragam dan biasanya ditarikan saat diadakannya sayembara yang diikuti oleh para raja- atau ketika para raja berkumpul dan berembug untuk bersama-sama menjaga ketentraman dunia (seperti layaknya sekarang Persatuan bangsa-bangsa/PBB ).

Tarian ini bisa ditampilkan di lingkungan kraton maupun di hadapan halayak umum.

Tarian ini menggambarkan manunggale cipto roso yaitu situasi yang menyatukan raja2 se nusantara agar tdk ada konflik dan memayu hayuning bawono yang artinya ikut menjaga ketentraman dunia , dengan filosofi yang terkandung didalamnya
rukun agawe sentoso, crah agawe bubrah yang artinya :
kerukunan membawa kesentausaan, perseteruan/konflik membawa kehancuran

3. Tari Yapong
Tari Yapong merupakan suatu bentuk tarian dari Jakarta yang diciptakan untuk sebuah pertunjukan. Dalam perkembangannya, tarian ini sering dijadikan sebagai tari pergaulan untuk mengisi sebuah acara.

Tari ini merupakan tari yang gembira dengan gerakan yang dinamis dan eksotis. Dalam gerakan tarian Yapong diperlihatkan suasana yang gembira karena menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta. Adegan tersebut dinamai Yapong dan tidak mengandung arti apapun. Istilah tersebut muncul dari lagunya yang berbunyi ya, ya, ya, ya yang dinyanyikan oleh penyanyi pengiringnya serta suara musik yang terdengar pong, pong, pong, sehingga lahirlah “ya-pong” yang semakin lama berkembang menjadi Yapong.
Tarian ini akan dibawakan oleh :
Sdri. Adya Ninggar Laras Kusumo dan Sdr. Eryka

4. Tari kijang
Tari kidang secara umum adalah kesenian rakyat khas Jawa Barat yang menggambarkan suasana perburuan. Dalam tarian tersebut pemburu menggunakan jamparing dan gondewah (busur dan anak panah).

Tari kidang ini untuk mengingat tokoh Kidang Kancana yang sangat halus budinya, santun perilakunya, tegas dan tajam dalam memberi keputusan dan pernyataan (twah), yang kemudian dijadikan contoh didalam kehidupan bermasyarakat. Biasanya tarian kijang ini di pentaskan untuk acara Ritual Pernikahan, Khitanan, 7 bulanan, Seren Taun, panen dan berbagai ritual lainnya. Kemudian tarian ini di kenal oleh masyarakat. Terutama Sunda Besar. Tarian ini awalnya memang masih sakral. Tapi sekarang sudah banyak di pentaskan untuk acara hiburan. Oleh karena itu, banyak orang yang mengetahui tentang tarian ini.

V. Peragaan Busana yang akan ditampilkan oleh Designer dari KSBN – Indonesia

Royal Heritage menjadi Tema peragaan busana karya disainer Lindy yang ditampilkan pada acara Piata Indonezia ke 3 di Bucharest Rumania yang bertema Enjoy The Flavour of Java.

Sekitar 15 busana wanita dan pria yang dipersiapkan oleh Lindy, semuanya menampilkan motif batik atas permintaan Bapak Duta Besar Indonesia untuk Rumania dan yang sesuai tema Piata Indonezia ke 3 tahun ini, tentang Jawa.

Batik yang ditampilkan semua batik tulis dengan motif klasik dari bahan katun dipadukan dengan pemakaian lace, linen dan velvet. Didesain sederhana tetapi tidak meninggalkan unsur modern.
Batik Klasik dapat tampil mewah dan elegan

VI. Presentasi Tata Ruang
Partisipasi Provinsi DKI Jakarta di dalam Piata Indonezie , 9 – 16 Mei 2017

Promosi Indonesia di Rumania selalu mendapatkan perhatian yang baik dari khalayak Rumania. Di mata publik Rumania, tarian, penampilan music dan kegiatan khas Indonesia dinilai unik, menarik dan sangat berbeda dari penampilan budaya lain yang biasa ditampilkan di Rumania. Piata Indonesia adalah program promosi terpadu yang dilaksanakan setiap tahun oleh KBRI Bucharest.

Piata Indonezia merupakan program unggulan KBRI Bucharest dalam rangka mempromosikan budaya, pariwisata dan kegiatan Indonesia di Rumania. Bertempat di lingkungan KBRI, berbagai stand produk dan kegiatan khas Indonesia dibuka untuk publik Rumania. Penampilan seni dan budaya khas Indonesia ini diliput oleh media berskala nasional di Rumania. Adapun pengunjung yang akan datang ke Piata Indonezia antara lain kalangan diplomatik, pemerintah, pengusaha, akademisi, media, masyarakat Indonesia di Rumania dan ribuan masyarakat Rumania. Untuk Tahun 2017, Piata Indonezia ke-3 akan diselenggarakan pada tanggal 13 Mei 2017 dengan tema Enjoy The Flavour of Java. Pengertian Java disini tidak terbatas pada budaya Jawa saja namun keanekaragamanan seni, budaya, kuliner, kehidupan sosial kemasyarakatan, dan kegiatan yang ada di Pulau Jawa.

Selain ragam budaya seni, Piata Indonezia ke-3 kali ini juga menampilkan kehidupan budaya dan bermukim Indonesia. Berbagai promosi terkait karakteristik kota-kota di Indonesia ditampilkan sebagai bagian dari promosi pariwisata tersebut. Karakter kota-kota tua di Indonesia sebagai warisan kolonial dan budaya bermukim masyarakat Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi khalayak Rumania dan Pemerintah Kota Bucharest.

Sehubungan dengan hal tersebut, KBRI Bucharest mengundang Tim dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta untuk dapat mengisi acara Piata lndonezia ke-3 dan menyosialisasikan Tata Ruang DKI Jakarta sebagai bagian dari budaya bermukim masyarakat Indonesia yaitu Sdri. Merry Morfosa dan Sdri. Adya Ninggar Laras Kusumo. Adapun kegiatan, persiapan dan audiensi terkait Piata Indonezie berlangsung dari tanggal 10 – 16 Mei 2017.

Related posts