JATENG TUAN RUMAH DUA AJANG BUDAYA

JATENG TUAN RUMAH DUA AJANG BUDAYA

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) siap menjadi pusat kegiatan seni budaya Indonesia dan dunia menyusul akan digelarnya Festival Seni Budaya Nusantara (FSBN) dan Folklore Festival di Desa Kandri, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono Karto Soedarmo seusai dilantik sebagai Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Provinsi Jateng oleh Ketua KSBN Pusat Hendardji Soepandji di Semarang, beberapa waktu lalu.

“Kami telah siap menjadi tuan rumah Festival Seni Budaya Nusantara yang akan diikuti 34 provinsi pada 2018. Bahkan, setelah itu, kami juga siap menjadi tuan rumah festival seni budaya internasional pada 2019. Pokoknya, pengembangan budaya nanti punjer-nya (pusat) di Jawa Tengah,” ujar Puryono.

Rangkaian acara seni budaya itu memang menjadi sangat strategis bagi Jawa Tengah. Selain akan mengangkat Desa Wisata Kandri sebagai salah satu destinasi dunia, juga makin mengokohkan provinsi itu sebagai salah satu pusat kebudayaan dunia. Terbukti, salah satu keajaiban dunia ada di provinsi itu, yakni Candi Borobudur, di Magelang.

Menurut Ketua KSBN Provinsi Jateng ini, penyelenggaraan festival seni budaya ini pun sebagai implementasi dari Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Salah satunya, daerah-daerah harus mampu menjaga kearifan lokal. Dan, di event nanti daerah-daerah peserta dapat unjuk kebolehan mengenai seni budayanya masing-masing sekaligus mempromosikan kearifan lokal yang dimilikinya.

FSBN sendiri adalah Pertunjukan dan Pameran Seni Budaya yang melibatkan para pelaku seni budaya dari 34 provinsi di Indonesia. Seni budaya itu meliputi seni pertunjukan panggung, seni musik, tari, busana, dan kerajinan, serta kuliner.

Gunungpati dipilih sebagai lokasi karena keindahan alamnya yang luar biasa. Apalagi, dilengkapi keberadaan Waduk Jatibarang di Kota Semarang. Kecamatan ini juga merupakan Kelurahan Wisata yang memiliki sejumlah tujuan objek wisata, termasuk Goa Kreo, dan berbagai budaya yang lain.

“Harapan kami sebagai KSBN Jateng, sesuai harapan besar di nasional, tentu kami bisa mengembangkan kebudayaan Jawa dan menyeleksi kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia,” tegas Puryono. Di sisi lain, Ketua Umum KSBN Pusat Hendardji Soepandji menegaskan bahwa KSBN Provinsi Jateng dibentuk memang untuk membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan di bidang seni dan budaya, terutama dalam mengangkat kearifan lokal.

Menurut Hendardji, UU No.5/2017 itu hendaknya dijadikan landasan kuat bagi berkembangnya suatu wilayah yang memiliki kekayaan budaya lokal. “Jateng misalnya, memiliki keindahan alam luar biasa yang ditunjang keberadaan desa wisata serta peninggalan sejarah yang tidak dimiliki daerah lain seperti Candi Borobudur, wayang kulit yang diciptakan Sunan Kalijaga, dan Kota Semarang yang pernah menorehkan sejarah menggelar EXPO Festival seni budaya terbesar dunia pada 1914,” ungkap Hendardji.

Karena itulah, Hendardji menilai bahwa Jateng layak menjadi tuan rumah Festival Seni Budaya Nusantara 2018 dan Folklore Festival yang akan diikuti 20 negara pada 2019. “Kegiatan ini akan mengulang sejarah yang pernah terjadi pada 1914, yakni World EXPO terbesar di dunia yang saat itu diikuti China, Australia, dan beberapa negara lainnya,” tegasnya. (One)

Related posts